Tilang Elektronik, Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Sudah Diproses

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mencatat telah memproses ratusan berkas tilang pelanggar lalu lintas yang terekam kamera pengawas atau CCTV Automatic Number Plate Recognition(ANPR), di simpang jalan, di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sebanyak 3.624 pelanggar terekam kamera, 124 orang diantaranya telah mengikuti sidang dan membayar denda di pengadilan sejak Electronic Traffic Law Enforcement diterapkan.

“Penindakan ETLE yang tercapture selama 24 hari, tanggal 1 sampai 24 November, berjumlah 3.624 pelanggar. Di Jalan Medan Merdeka Barat 1.156 dan Jalan MH Thamrin 2.468,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf, Senin (26/11).

Dikatakan, dari 3.624 pelanggar, yang telah terkonfirmasi atau dikirim surat konfirmasi sebanyak 1.317 orang. “Pelat hitam 1.585 pelanggar, pelat kuning 327 pelanggar, dan pelat merah lima pelanggar,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, Ditlantas Polda Metro Jaya terus melakukan pembenahan terkait penerapan sistem ETLE. Rencananya, sebanyak 81 kamera baru akan dipasang di 40 titik, di 25 persimpangan jalan. “Penambahan kamera nanti dilakukan secara bertahap,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, dari ribuan pelanggar yang terekam CCTV, sebanyak 124 orang sudah menjalani proses sidang tilang di pengadilan.

“Berkas sudah ada yang dikirim ke pengadilan dan sudah ada penetapan hari Jumat kemarin, ada 124 yang sudah ditetapkan amar putusannya. Banyak pelanggar yang terekam, nanti bertahap kita kirim ke pengadilan,” ucapnya.

Ia menuturkan, sejak diberlakukan tanggal 1 November dan resmi diluncurkan, pada Minggu 25 November kemarin, sistem ETLE cukup efektif menekan angka pelanggaran. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar ETLE dapat berjalan sempurna sesuai tujuannya.

“Ya proses berjalan, sambil ada kekurangan disempurnakan. Pasti bertahap ada penambahan kamera ke depan, ke depan pasti kami tambah sarana,” katanya.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mendukung penambahan sarana dan prasarana terkait penerapan ETLE, di Ibu Kota Jakarta. Semisal penambahan kamera, dan memberikan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil warga Jakarta.

“Ya (pak Gubernur mendukung). Semua pada prinsipnya mendukung. Ya betul rencananya begitu (pemda membantu sarana dan prasarana),” tandasnya.

Diketahui, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas dengan menggunakan kamera ANPR yang dapat mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) secara otomatis.

Tujuan ETLE, meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan, meningkatkan disiplin, serta menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan. Sementara, manfaat ETLE adalah mengawasi selama 24 jam, semua pelanggaran lalu lintas dapat termonitor, mudah dalam pembuktian, konsisten dan tegas menindak semua pelanggar sehingga tidak ada KKN, dan meminimalisir kemacetan (tidak perlu memberhentikan pelanggar).

Sementara ini, pelanggaran yang diawasi ETLE adalah pelanggarTraffic Light, lawan arus, masuk jalur busway, rambu berhenti, pelanggaran rambu, naik turun penumpang atau ngetem, penggunaan helm, membonceng lebih dari satu orang.

 

 

 

Sumber: BeritaSatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *