Sidang Gugatan Hak Cipta Film Benyamin Biang Kerok Ditunda Hingga Dua Pekan ke Depan

JAKARTA – Sidang gugatan hak cipta yang diajukan penulis Syamsul Fuad terhadap rumah produksi dan produser film Benyamin Biang Kerok ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ditunda hingga dua pekan ke depan.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat Jamaludin Samosir mengatakan bahwa penundaan tersebut disebabkan para tergugat absen di sidang perdana hari ini, Kamis (22/3/2018).

“(Sidang) sudah tadi selesai, iya perdana. Tapi karena tergugat belum datang, masih manggil(tergugat) lagi,” kata Jamaludin melalui sambungan telepon, Kamis sore.

“Masih sidang pertama tadi ya, gugatan hak cipta. Sidang selanjutnya dua minggu lagi,” sambungnya.

Jika dihitung mulai hari ini, maka sidang selanjutnya atas perkara hak cipta itu baru digelar lagi pada 5 April 2018 mendatang.

Sebagai informasi, Syamsul Fuad merupakan penulis naskah asli film Benyamin Biang Kerokarahan sutradara Nawi Ismail yang dirilis pada 1972.

Cerita tersebut kemudian diadaptasi oleh sutradara Hanung Bramantyo dengan judul sama di bawah naungan rumah produksi Falcon Pictures dan Max Pictures. Film Benyamin Biang Kerokversi baru yang dibintangi Reza Rahadian tayang perdana pada 1 Maret 2018 lalu.

Dikutip dari laman sipp.pn-jakartapusat.go.id, gugatan bernomor perkara 9/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2018/PN Niaga Jkt.Pst itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (5/3/2018) lalu.

Selain dua rumah produksi tersebut, bos Falcon Pictures HB Naveen dan produser Benyamin Biang Kerok (2018) Ody Mulya Hidayat juga berposisi sebagai tergugat.

Sebelumnya diberitakan, Syamsul Fuad mengatakan ia mengajukan gugatan karena ingin meminta bagian haknya atas pemutaran film Benyamin Biang Kerok versi kekinian.

“Saya meminta hak-hak saya sebagai penulis cerita. Saya meminta Rp 1 miliar. Saya juga meminta royalti,” ujar Syamsul saat dihubungi, Kamis 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *