Sejarah Projo

JAKARTA – Selamat tahun baru 2018, selamat datang tahun politik. Ucapan selamat yang menyambut kita dalam memasuki 2018 ini. Tahun yang diawali dengan berita tentang Pilkada di 171 daerah, baik tingkat 2 maupun tingkat I. Disudut – sudut kota pun orang bergunjing tentang poltitik, baik tingkat daerah maupun tingkat nasional, baik warung kopi maupun hotel berbintang.

Orangpun mulai membicarakan 2019, tahun dimana pesta demokrasi tingkat nasional akan digelar,Pemilu legislatif maupun Pemilihan Presidenl angsung, yang rencananya akan dilaksanakan bersamaan. Publik pun mulai bicarakan siapa kandidat Calon Presiden yang akan berlaga dalam kontestasi Pilpres2019 nanti. Masyarakat mulai menimbang – nimbang, Politisi mulai bermanuver, dan para bakal calonpun mulai bersiap diri.

Ditengah ramainya pembahasan tentang bakal calon Presiden, nama Jokowi sebagai bakal calon adalah yang paling dominan muncul ditengah publik, dan beliau adalah Presiden incumbent. Perjalanan dan perjuangan yang panjang dan berat dari banyaknya simpatisan, pendukung dan relawannya, berhasil membawa Jokowi memenangkan pertarungan pada Pilpres 2014 menjadi pemenang, Jokowi Presiden.

Dari banyaknya Organ relawan  Jokowi, ada satu organ yang cukup menonjol saat itu, yaitu Projo. Sebuah organ Relawan yang hadir ditengah publik pada tanggal 23 Desember 2013 dengan nama Kader dan Sim patisan PDI Perjuangan Pro Jokowi (KS PDIP Projo), yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Projo. Kehadiran Projo saat itu adalah untuk mendesak DPP PDI Perjuangan mencalonkan Bapak Ir. Joko Widodo sebagai Calon Presiden dalam Pemilihan Presiden tahun2014.

Dari kiprah dan sepak terjangnya, Projo tampil digaris depan, dengan jaringan kerjanya diseluruh Indonesia, berhasil menjadikan Jokowi pemenang. Namun tidak banyak yang mengetahui, ada rangkaian sejarah yang tertinggal, sengaja dihilangkan dari perjalanannya. Sebuah rangkaian perjalanan kejuangan, untuk menuju masa depan Indonesia yang baik, maka sejarah harus diluruskan, agar niat dan tujuan dari perjuangan Projo dapat kembali pada jalur yang benar.

Untuk itu, dalam rangka meluruskan sejarah yang bengkok, kami, para Deklarator dari Projo menyampaikan gugatan kami kepengadilan Niaga Jakarta Pusat. Penyalahgunaan nama Projo tersebut oleh salah satu oknum telah dilakukan selama kurun waktu hampir 4 tahun. Hal tersebut perlu dilakukan agar kejuangan yang disusun dengan niatan dan tujuan yang baik dapat kembali padarelnya.

Dengan berjalannya gugatan ini, rangkaian sejarah yang hilang dapat ditemukan kembali, serta kejuangan yang sudah belok dapat diluruskan sesuai dengan niat yang termaktub pada Manifesto Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Pro Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *