Polisi Selidiki Unsur Pidana Terkait Pelaporan ‘Tampang Boyolali’ Prabowo

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih melakukan evaluasi terkait laporan terhadap Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ia dipolisikan terkait ‘tampang Boyolali’ saat berpidato beberapa waktu lalu.

“Berkaitan dengan laporan yang masuk ke SPKT Polda Metro Jaya yang melaporkan Pak Prabowo, tentunya ini akan jadi bahan evaluasi penyidik terlebih dahulu. Memang kita sudah menerima laporan itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (6/11).

Namun, laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya baru satu dan mulai diselidiki unsur pidananya.

“Nanti kita cek apakah ini pidana atau bukan. Kalau bukan pidana akan kita hentikan penyelidikannya,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang warga Boyolali atas nama Dakun (47) melaporkan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya pada Jumat (2/11) terkait ucapan ‘tampang Boyolali’. Pidato yang disampaikan oleh Prabowo saat mengucapkan kata ‘tampang Boyolali’ terjadi pada Selasa (30/10).

Karen merasa tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh Prabowo, Dakun lantas melaporkan hal itu. Ia merasa ucapan Prabowo melecehkannya dan menilai perkataan Prabowo seolah menyatakan warga Boyolali miskin dan tidak pernah masuk mal dan hotel. Prabowo bergurau ‘tampang Boyolali’ mungkin tak pernah memasuki hotel mewah di Jakarta.

Dalam laporannya itu, Dakun menyertakan beberapa barang bukti berupa video saat Prabowo berpidato, beberapa screenshot pemberitaan dan transkrip pidato Prabowo.

Pasal yang disangkakan adalah pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tentang ITE dan atau pasal 4 huruf b angka 2 juncto pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau pasal 156 KUHP.

 

 

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *