Mentan: Stok Beras 50.000 Ton, Dua Kali Lipat dari Standarnya

JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan stok beras di dalam negeri cukup, bahkan berlebih. Stok beras di food station Jakarta sekitar 50.000 ton beras.

Sementara biasanya 20 ton beras saja sudah cukup memenuhi kebutuhan pasokan.

“50.000 ton itu dua kali dari cukup stok standar. Biasanya 20.000 itu standarnya,” ujar Amran di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Hal tersebut ia sampaikan usai blusukan ke Pasar Induk Beras Kramat Jati dan Pasar Induk Cipinang bersama Kepala Perum Bulog Budi Waseso, Kepala Satgas Pangan Irjen Setyo Wasisto, perwakilan Bank Indonesia (BI) dan sebagainya.

Amran mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, kondisi pangan di Indonesia mengalami perbaikan. Diketahui, pangan merupakan faktor penyumbang inflasi terbesar, di mana pada 2014, inflasi sebesar 10 persen.

Namun, pada 2017, inflasi turun drastis menjadi 1,26 persen. Harga-harga saat perayaan besar seperti idul fitri, natal, dan malam tahun baru harga masih terkendali.

“Ini menunjukkan produksi pangan kita cukup. Jangan dibawa-bawa ke arah politik ya,” kata Amran.

Saat mengecek langsung di pasar, kata Amran, harga daging ayam per kilogram sekitar Rp 27.000 dan harga telur per kilogram sekitar Rp 22.000. Harga beras juga tak melebihi harga eceran tertinggi.

Penyerapan beras per harinya juga jauh lebih kecil dari perkiraan sehingga stoknya melimpah.

“Stok Bulog 2,7 juta ton. Sekarang Januari sudah panen lagi. Jadi tidak ada alasan harga naik,” kata Amran.

 

 

 

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *