Lebaran Tahun Ini, Pemudik dengan Sepeda Motor Turun Drastis

JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencatat penurunan jumlah pemudik dengan sepeda motor pada Lebaran tahun ini dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Penurunannya yang cukup signifikan diduga sebagai dampak dari program mudik gratis serta imbauan pemerintah untuk tidak mudik dengan sepeda motor.

“Sepeda motor turun, akumulasi dari data dua hari lalu turun sekitar 40 persen, tinggi turunnya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/6/2018).

Menurut Budi, banyaknya program mudik gratis cukup efektif menekan angka pemudik dengan sepeda motor. Program mudik gratis itu memang terhitung lebih banyak tahun ini karena tidak hanya pemerintah, BUMN dan swasta pun turut mengadakan hal serupa.

Penurunan jumlah pemudik dengan sepeda motor juga dinilai sebagai buah dari imbauan Kementerian Perhubungan tentang ajakan tidak mudik dengan sepeda motor. Alasannya karena keamanan serta kenyamanan selama perjalanan yang sangat minim jika memakai sepeda motor, terlebih bila jarak perjalanannya jauh.

“Karena banyak mudik gratis dan mungkin kampanye kami berhasil, jadi masyarakat beralih ke moda transportasi lain. Pesawat kan naik (jumlah penumpangnya), mungkin sebagian beralih ke pesawat,” uajr Budi.

Berdasarkan data Kemenhub per Sabtu lalu  hingga pukul 24.00 WIB, tercatat volume lalu lintas sepeda motor mengalami penurunan. Untuk perbandingan volume lalu lintas sepeda motor yang masuk ke rute-rute mudik seperti Merak, Sadang, Balong Gandu, Rancaekek, Pejagan, Prupuk, Tegal, dan Kendal turun 12 persen dibanding tahun 2017.

Sementara volume lalu lintas sepeda motor yang keluar dari tempat-tempat tersebut juga turun hingga 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi itu berbeda jika dibanding dengan moda transportasi lain seperti pesawat. PT Angkasa Pura II mencatat terjadi pertumbuhan penumpang 9 persen di Bandara Soekarno-Hatta hingga H-3 Lebaran.

Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara terbesar jadi salah satu barometer untuk melihat tren penumpang dan pesawat pada peak season, salah satunya Lebaran.

 

Sumber : KOMPAS.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *