Kapolda Sumut Ingatkan Mahasiswa Tertib Saat Berdemo

Kapolda Sumatra Utara Irjen Agus Andrianto mendengarkan keluhan dari mahasiswa BEM dan Ormawa UMN Al-Washliyah, Sumatra Utara terkait bentrok saat unjuk rasa pada 20 September 2018. Menurut Agus, polisi pasti mengamankan jalannya demo yang berjalan tertib dan damai.

“Kejadian tanggal 20 itu sebenarnya polisi akan melayani masyarakat, kita ini kan warga terdidik. Kalau ada hal yang tidak baik sampaikan saja, pasti kita layani, kalau perlu kita amankan,” kata Agus melalui keterangannya, Senin (15/10).

Agus menjelaskan aparat kepolisian tidak melarang masyarakat termasuk mahasiswa yang ingin unjuk rasa asalkan tidak menggangu orang lain Karena, kata Agus, yang punya hak bukan hanya mahasiswa yang unjuk rasa saja menyampaikan pendapatnya tapi juga masyarakat lain.

“Sepanjang pelaksanaan unjuk rasa dengan aman dan baik, bukan hanya adik-adik yang punya hak, orang lain haknya juga tolong dijaga. Jadi, kalau adik sama-sama bisa diproses dan perlakuannya adil, harus sama. Silakan unjuk rasa selama tidak mengganggu orang lain,” ujarnya.

Menurut dia, kebersamaan itu yang membuat orang punya nyali untuk melakukan tindak kriminal. Agus menuturkan, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa seharusnya memberikan hal terbaik untuk bangsa dan negara ini.

“Karena pada masa kedepan negara ini pasti berada di tangan adik-adik. Ini bukan basa-basi, yang harus dilindungi bukan hanya yang melakukan demonstrasi tapi juga yang melakukan pengamanan,” jelasnya.

Di samping itu, Agus mengatakan polisi juga manusia dan kejadian itu tidak ada perintah untuk melakukan hal kekerasan.

“Negara ini punya banyak kelemahan, namun bagaimana cara kita untuk melakukan konstribusi dari kita,” ucap Agus.

Sementara Rektor UMN Al Washliyah, H. Hardi Muliono mengaku sudah meminta kepada mahasiswanya untuk tidak melakukan aksi demonstrasi. Karena, mahasiswa menggunakan haknya tapi yang harus diperhatikan juga kewajiban untuk menjaga hak orang lain.

“Informasi saya dengar bahwa Propam juga melakukan pemeriksaan terhadap personil yang melakukan hal itu. Saya tegaskan kepada mahasiswa UMN untuk menegakkan disiplin dan etika, silahkan melakukan unjuk rasa dengan baik dan miliki peraturan,” tandasnya.

Diketahui, unjuk rasa massa pro dan kontra pemerintahan Jokowi di Medan diwarnai bentrok, Kamis (20/9). Kerusuhan terjadi saat polisi membubarkan kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa.

 

 

Sumber : Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *