Kabupaten Masama Kembali Diguncang Gempa, Warga Berhamburan Keluar Rumah

PAREPARE – Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter yang mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu (7/11/2018), menyebabkan warga berhamburan keluar rumah.

“Gempa kali ini cukup menggoyang Kabupaten Mamasa. Saat terjadi gempa, sejumlah warga berhamburan keluar rumah,” kata Sidang, warga Kabupaten Mamasa, saat dihubungi, Rabu.

Warga disebut berhamburan keluar rumah karena panik. Diketahui, gempa hari ini merupakan yang ke sekian kalinya dalam pekan ini.

Sejumlah warga ada yang lebih dulu memilih tinggal di tenda di sekitar rumah akibat gempa yang kerap terjadi.

“Sejumlah warga yang memang beberapa hari ini telah mendirikan tenda di sekitar rumah mereka, karena sepekan ini gempa kerap terjadi,” ujar Sidang.

Sidang yang juga bekerja di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Kabupaten Mamasa, menyebut, dalam gempa sebelumnya dua hari lalu, sejumlah dinding kantor terlihat retak, namun belum ada kabar rumah yang rusak atau bahkan korban jiwa.

Dirasakan di sejumah daerah

Ridwan, warga Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyebut, gempa juga terasa sampai di wilayahnya.

Saat terjadi gempa, ia dan temannya hendak pulang dari kantor, namun tidak melihat rumah yang rusak apalagi korban jiwa.

“Kami tetap wasapada. Gempa yang kerap terjadi membuat kami waswas,” singkat Ridwan.

Sementara, getaran gempa juga dirasakan warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang berjarak sekitar 127 Kilometer dari pusat gempa.

Baca juga: Pengungsi Gempa Mamasa Tidur Seadanya di Lapangan Bola

Getaran gempa sangat dirasakan di Jalan Bau Massepe, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

“Saya makan di salah satu warung makan di Jalan Bau Massepe, pintu warung terlihat bergoyang-goyang seperti ada yang menggerakkan. Getaran gempa sangat terasa selama 3 detik,” kata seorang warga, Erwin.

Staf Operasional Pusat Gempabumi Regional IV BMKG Makassar Tri Hariyono yang dihubungi melalui telepon mengatakan, gempa terjadi di titik 2,92 lintang selatan dan 119.41 bujur timur, di jarak 9 kilometer tenggara Mamasa dengan kedalaman 11 kilometer.

“Gempa yang terjadi diperkirakan tidak berpotensi Tsunami. Sejumlah daerah juga merasakan. Belum diketahui adanya bangunan yang rusak atau tidak,” kata Tri.

 

 

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *