Facebook Telah Hapus 15,4 Juta Konten Kekerasan

Facebook mencatat terjadi peningkatan deteksi proaktif untuk gambaran kekerasan dari 72 persen menjadi 97 persen. Selain itu, deteksi untuk ujaran kebencian pun meningkat dua kali lipat dari 24 persen menjadi 52 persen. 

VP Product Management Facebook Guy Rosen mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan laporan penegakan standar komunitas yang memuat upaya penegakan kebijakan perusahaan dalam menghapus gambaran kekerasan hingga ujaran kebencian.

“Kami pun menambahkan dua kategori baru yakni perundungan dan pelecehan, serta ketelanjangan anak dan eksploitasi seksual anak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/11).

Pada kuartal tiga 2018, Facebook telah menindak 15,4 juta konten yang memuat gambaran kekerasan, lebih dari 10 kali lipat jumlah konten yang ditindak pada kuartal empat 2017.

“Peningkatan ini disebabkan oleh terus meningkatnya teknologi kami yang memungkinkan penerapan tindakan yang sama secara otomatis untuk konten yang sangat serupa atau identik,” jelas Rosen. 

Dia pun menjelaskan data dari dua kategori baru yang ditambahkan ke laporan ini yakni perundungan serta ketelanjangan anak dan eksploitasi seksual anak akan berfungsi sebagai titik awal yang dapat digunakan untuk mengukur kemajuan identifikasi.

Perundungan dan Pelecehan cenderung bersifat personal dan spesifik konteksnya. Jadi, dalam banyak kasus, orang harus melaporkan perilaku sebelum dapat mengidentifikasi atau menghapusnya. Ini mengakibatkan tingkat deteksi proaktif yang lebih rendah daripada jenis pelanggaran lainnya.

“Pada kuartal terakhir, kami menindak 2,1 juta konten yang melanggar kebijakan kami tentang perundungan dan pelecehan, menghapus 15 persen di antaranya sebelum dilaporkan. Kami menjelajahi konten ini secara proaktif selagi mencari jenis pelanggaran lain,” paparnya.

“Secara keseluruhan, kami tahu bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan dalam hal pencegahan penyalahgunaan di Facebook. Pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan akan terus membantu kami mendeteksi dan menghapus konten buruk dari Facebook,” tambah Rosen. 

 

 

 

Sumber: CNNIndonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *