Berbagai Obyek Wisata NTT Dipromosikan di London

LONDON – Berbagai obyek wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pulau terindah di dunia menurut majalah Focus dari Jerman dengan branding pasola, parade 1001 kuda berhias, diminati banyak pengunjung pameran pariwisata di London.

“Banyak obyek wisata dari NTT yang sudah dikenal di dunia seperti tempat selancar Nemberala Rote yang dikunjungi banyak wisatawan internasional, diving di Alor, penangkapan paus secara tradisional di Lembata, gunung api Batutara yang meletus setiap 20 menit,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu di London, Kamis (8/11/2018).

Dikatakannya meskipun sudah dikenal di dunia, NTT terus berpromosi terutama di pameran pariwisata World Travel Market (WTM) London, merupakan pameran terbesar kedua di dunia yang berlangsung pada 5-7 November 2018.

Pariwisata Tanah Air khususnya NTT yang mungkin tidak terlalu diperhatikan banyak wisatawan menyimpan begitu banyak keajaiban termasuk destinasi wisata yang eksotis di Pulau Timor serta bukit berwarna Khalebamadja di Sabu Raijua, apalagi transportasi ke NTT sudah tidak mengalami hambatan sama sekali.

Pasola di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Pasola di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.(KOMPAS/LUCKY PRANSISKA)

Menurut Marius Jelamu, beragam lokasi eksotis dapat ditemukan di Kupang sebagai ibu kota NTT meskipun sejumlah obyek wisata belum mendapat pengelolaan yang baik dan belum begitu banyak terjamah. Padahal di Kupang terdapat Goa Kristal, peninggalan sejarah zaman Belanda dan Jepang, Air Terjun Oenesu, beragam kain tenun dengan motif yang beragam.

Marius Jelamu mengakui Dinas Pariwisata NTT memang baru pertama kali mengikuti promosi di WTM London.

Namun selama ini gencar melakukan promosi baik melalui medsos, TV2 Nasional yang terkoneksi dengan TV internasional, radio lokal dan nasional yang terkoneksi dengan dunia internasional, dan pers cetak.

Selain itu dengan menghidupkan wisata di daerah perbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia. “Kami berusaha memperkenalkan NTT ke dunia luar dengan berbagai cara,” ujarnya.

Lako Taka, glass bottom boat milik Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/9/2018).

Lako Taka, glass bottom boat milik Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/9/2018).(KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA)

Upaya promosi pariwisata yang cukup efektif dan mudah dilakukan menggunakan gawai yang terhubung dengan berbagai jejaring media sosial seperti facebook, instagram, twitter, blog, dan lainnya.

Marius menjelaskan, data pihak Telkomsel setempat menunjukkan jumlah pengguna data di provinsi berbasiskan kepulauan itu hingga kini sudah mencapai sekitar 1,5 juta pelanggan.

“Artinya jika setengah saja dari pengguna data ini aktif mempromosikan setiap destinasi wisata baru yang dikunjungi di daerahnya maka dampak penyebarluasan informasinya cukup besar,” katanya.

Marius mencontohkan, destinasi wisata Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara, Pulau Timor, yang akhir-akhir ini mulai populer karena promosi yang digencarkan melaui jejaring sosial.

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).(KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)

Gubernur NTT Victor B. Laiskodat ingin menjadikan Kupang, ibu kota NTT sebagai baromoter pembangunan NTT. Kupang harus bersih, teratur dan ramah bagi wisatawan. Pariwisata dijadikan penggerak utama dalam memajukan ekonomi NTT ke depan.

Sementara itu pelaku bisnis dari NTT, Oyan Kristian dari PT Flores Komodo Tours mengakui banyak destinasi wisata yang ingin dikunjungi wisatawan karena memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing dan banyak biro perjalanan wisata di Inggris siap untuk mengirimkan tamu ke destinasi NTT.

“Mereka juga berharap kita dapat memberikan hospitality yang bagus dengan fasilitas dan akomodasi yang baik dan nyaman untuk tamu,” kata Oyan Kristian.

 

 

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *