Benarkah Buah yang Dijus Kandungan Gizinya Berkurang?

Mengonsumsi buah-buahan tidak harus selalu dalam bentuk buah segar yang dipotong. Kita juga bisa membuat jus dengan blender atau pun juicer. Tidak perlu khawatir kandungan nutrisinya akan berkurang.

Penggunaan juicer memang akan membuat kita hanya mendapatkan sari buahnya saja karena seratnya otomatis terpisah. Namun, menurut ahli gizi Jansen Ongko, walau dijus kita tetap bisa mendapatkan kandungan seratnya.

“Kalau pakai juicer, ampas buahnya akan dibuang, tapi itu kan serat tidak larut, sedangkan serat larutnya tetap ada di dalam buah,” ujarnya dalam acara peluncuran Philips Blender Duravita Tritan Jar di Jakarta (11/4).

Jansen menampik anggapan bahwa buah yang dijus tidak sehat. “Buah yang dijus juga cocok untuk mereka yang sedang tidak doyan makan karena sakit, tidak bisa mengunyah, atau untuk anak-anak yang tidak suka rasa buah dan sayur,” katanya.

Smoothies buah dan sayuran yang bertekstur creamy juga lebih praktis karena kita bisa memasukkan beberapa bahan sekaligus dan tinggal diblender. Misalnya beberapa jenis buah, kacang-kacangan, yogurt, atau pun cornflakes.

“Konsumsi buah dan sayuran di Indonesia masih kurang. Cara penyajian dengan diblender atau dijus bisa membantu kita mencukupi kecukupan buah dan sayur setiap hari,” katanya.

 

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *