Awas, Bebek Karet Ternyata Sarang Bakteri Berbahaya

Anda mungkin sudah menduganya atau sekadar menggunakan alasan ini untuk menolak membelikan anak membeli bebek karet. Namun, bebek karet memang penuh dengan bakteri berbahaya.

Hal ini dikonfirmasikan oleh tim peneliti gabungan dari Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology dan ETH Zurich di Swiss, serta University of Illinois di Amerika Serikat.

Dipaparkan dalam jurnal Biofilms and Microbiomes, para peneliti meminjam 19 bebek karet dari rumah tangga di kedua negara tersebut. Mereka juga membeli bebek karet baru sebagai kelompok kontrol yang sebagiannya dicelupkan ke dalam air bersih, sementara sisanya dicelupkan ke dalam air kotor.

Seluruh bebek kemudian diremas untuk mengeluarkan airnya dan dibelah untuk diamati permukaan dalamnya.

Hasilnya cukup mengerikan. Para peneliti tidak hanya menemukan “biofilm yang padat dan berlendir” di dalam bebek karet pinjaman, tetapi juga 5-75 juta sel bakteri per sentimeter persegi. Lalu, para peneliti mendapati bahwa 60 persen dari bebek karet pinjaman dan bebek karet baru yang direndam dalam air kotor mengandung fungi.

Foto mikroskopis dari mikroba di dalam bebek karet

Foto mikroskopis dari mikroba di dalam bebek karet(Center for Microscopy and Image Analysis, University of Zurich)

Spesies bakteri dan fungi ini berbeda-beda dari satu rumah ke rumah lain, tetapi 80 persen dari bebek karet mengandung Legionella dan Pseudomonas aeruginosa yang sering menyebabkan infeksi di rumah sakit.

Para peneliti mengakui bahwa paparan bakteri dan mikroba tertentu dibutuhkan untuk membangun sistem imunitas anak-anak, tetapi bagi anak-anak yang imunitasnya rendah, air yang dikeluarkan oleh bebek karet bisa menimbulkan infeksi mata, telinga, dan bahkan saluran pencernaan.

Sebagai solusi, para peneliti pun merekomendasikan agar bebek karet dibuat dari polimer dengan kualitas yang lebih baik dan diperketat regulasinya.

Mereka berkata bahwa bahan yang tidak menyerap banyak senyawa organik bisa mengurangi pertumbuhan mikroba pada mainan.

 

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *